Organisasi adalah Ayah Keduaku

Organisasi adalah Ayah keduaku, entah mengapa aku mengambil itu sebagai judul postinganku selanjutnya. Jujur, ini memang tugas kuliah yang mengharuskan mengisi blog ini. Tema selanjutnya yaitu ” Intrapreneuring (orang kreatif dan inovatif pada aktifitas organisasi). Jika berbicara tentang Organisasi, entah mengapa muncul secara spontan tentang  bayangan seorang ayah. Ayah adalah sosok kepala keluarga, tingkah bijak dan  didikan pada anak-anaknya serta ajaran-ajaran yang tidak kita dapat di bangku pendidikan resmi selalu terlontar dari prilaku dan tururny  untuk menjadikan mereka seorang yang bernilai. Itulah mengapa aku menjadikan organisasi sebagai ayah keduaku. Aku mencintai organisasi seperti mencintai Ayah. Di organisasi aku mendapatkan apa yang ayah ajarkan seperti tentang bagaimana bertindak , bekerjasama, menghargai orang lain, mengatur diri sendiri dan orang lain. 

Advertisements

Feminisme dalam Fim 777

            Feminisme dalam Film”7 Hati 7 Cinta 7 Wanita”:

Melalui Sudut Pandang Tokoh

Ujian Take Home Mata Kuliah Kajian Gender

Dosen Pengampu:

  1. Ulaya Ahdiani, S.S, M.Hum
  2. Tri Rina Budiwati, S.S, M.Hum

                                                                             

 

 

Disusun Oleh: Indah Dewi Sagita (11026027)

 

 

Sastra Inggris

Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi

Universitas Ahmad Dahlan

 

                                                        BAB I. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Isu tentang gender memang sangat menarik untuk dibahas. Diskriminasi dan ketidakadilan dalam gender saat ini tidak muncul secara langsung, tidak seperti dulu yang benar-benar tampak perbedaan gender antara kaum wanita dan pria. Sejak adanya gebrakan dari pahlawan wanita RA Kartini, diskriminasi pada wanita mulai berkurang dan persamaan hak antara pria dan wanita mulai disetarakan. Namun kemerdekaan kaum hawa ini belum sepenuhnya didapat. Saat ini, sehubungan dengan perkembangan jaman, ketidaksetaraan tersebut terjadi pada bentuk yang berbeda yang terjadi secara tidak langsung melalui media tertentu yang pada intinya tertuju pada diskriminasi maupun pembedaan.

 

Media massa adalah sumber informasi terluasdan mudah untuk didapat. Pada media massa segala sesuatu dapat terjadi, termasuk masalah gender. Media penyebab munculnya diskriminasi dan ketidaksetaraan gender, namun media pula menjadi salah satu bentuk pembelaan gender. Beberapa fenomena yang saat ini hangat-hangatnya sering terjadi adalah peletakan icon perempuan pada iklan, film, dan lagu yang meletakkan wanita pada posisi lebih rendah. Namun tidak sedikit juga media yang memunculkan bentuk perlawanan, kaum feminisme yang membela ketidaksetaraan tersebut. Salah satu media massa berbentuk film yang membela setidaksetaraan tersebut  adalah film 7 hati 7 cinta 7 wanita.

 

Film karya “Anak Negeri Film” ini ingin menunjukan bentuk protes terjadinya diskriminasi terhadap wanita. Peran wanita yang diletakkan berbeda dari peran wanita di film-film biasanya, menjadi salah senjata tersendiri bagi sutradara untuk menyampaikan pesan yang terkandung. Gerakan feminisme dari dr. Kartini yang diperankan oleh Jajang C. Noer ini sangat nyata dalam bentuk pembelaannya terhadap kaum wanita yang menjadi korban laki-laki. Tidak hanya karakter dr. Kartini saja, setiap karakter wanita dalam film menunjukan realita yang terjadi di kehidupan sekaligus bentuk perlawanannya. Film ini, melalui karakter pada tokohnya sukses menggambarkan secara jelas bentuk gerakan feminisme.

 

 

1.2  Alasan

Film 7 hati 7 cinta 7 wanita memang sangat menarik untuk dikaji, terbukti sudah banyak kaum yang menjadikan film ini sebagai bahan kajian. Memang benar terdapat sisi berbeda dibanding film-film lainnya, diantaranya adalah karakter pada setiap tokoh. Karakter tersebut memiliki keunikan yang berbeda. Seperti dr. Kartini yang berkarakter sebagai seorang dokter spesialis kandungan mempresentasikan sosok pahlawan RA Kartini, yang selalu setia mendengarkan keluh kesah pasiennya, Ratna seorang istri yang sholehah dan patuh pada suami namun tetap dikhianati oleh suaminya, Lili wanita hamil yang selalu disiksa oleh suaminya tetap tabah dan tidak menggugat cerai, Yanti menjadi seorang PSK untuk mencari biaya pengobatan penyakit kanker yang ia derita, dan karakter lainnya yang tak kalah menajubkan, intinya semua karakter wanita utama di atas mempunyai suara dan pernyataan. Mereka ingin didengar, dan mereka menolak untuk menjadi korban. Perjuangan para wanita inilah menjadi alasan utama penulisan makalah ini.

1.3            Rumusan Masalah

Adapaun rumusan masalah pada makalah ini adalah:

  1. Bagaimana isu gender dalam media?
  2. Bagaimana gerakan feminisme pada film “7 hati 7 cinta 7 wanita” melalui sudut pandang tokoh?

 

1.4            Tujuan

Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah:

  1. Sebagai ujian take home mata kuliah Kajian gender
  2. Mengetahui isu gender dalam media
  3. Mengetahui gerakan feminisme pada film “7 hati 7 cinta 7 wanita” melalui sudut pandang tokoh.

 

1.5            Kerangka Teori

Terdapat dua teori yang digunakan dalam kajian makalah ini yaitu:

  1. Liberal Feminist Theory (teori feminisme liberal). Mendebatkan tentang kesetaraan kesempatan dan hak untuk pria dan wanita, teori ini berargumen melawan peran gender yang terkonstruksi secara sosial antara pria dan wanita, khususnya di ranah publik. Fokusnya pada kemampuan wanita untuk menunjukkan dan mempertahankan kesetaraan mereka lewat pilihan dan tindakannya sendiri. Pria dan wanita sama-sama makhluk dengan anugerah rasionalitas yang sama sehingga seharusnya struktu hirarki yang membedakan berdasarkan fisiknya harus diubah. Contohnya saja karier yang dijalani wanita umumnya akan mengalami penurunan dalam hal upah dan statusnya, sehingga upaya mereka untuk menyatakan “Upah sama untuk pekerjaan yang sama”. Aplikasi teori ini dalam konvergensi newsroom cukup terbatas, namun penting untuk mengadaptasi nilai-nilainya yakni kesetaraan dan kualifikasi daripada hak istimewa seseorang.

 

  1. Marxist and Socialist Feminist Theory. Teori ini menolak individualisme dan positivisme, berargumen bahwa diskriminasi wanita karena struktur besar (politik, sosial, budaya) dari kehidupannya sehari-hari. Hubungan dan eksploitasi kapitalis perempuam melalui peran mereka dalam rumah tangga adalah penyebab penindasan mereka. Teori ini didasari oleh teori Marx.

 

 

1.6            Data dan Metode

  1. Data

Judul               : 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita

Sutradara         : Robby Ertanto

Produser          : Intan Kieflie

Pemeran          :

–          Marcella Zalianty

–          Olga Lydia

–          Happy Salma

–          Jajang C Noer

–          Patty Sandya

–          Novi Sandra Sari

–          Tamara Tyasmara

–          Intan Kirfli

–          Henky Solaiman

  1. Tanggal Liris   : Oktober 2010 (Indonesia), dan 20 Agustus 2010 (Australia)
  2. Durasi              : 94 menit
  3. Prestasi            :

–          6 kategori Nominasi FFI 2010

–          Pemeran pendukung wanita terbaik : Happy Salma

  1. Sinopsis

Kartini (Jajang C Noer) adalah dokter kandungan berusia 45 tahun. Masa lalunya yang kelam membuat ia terjebak di tengah-tengah masalah kehidupan dan percintaan 6 orang pasien wanitanya yang juga kelam dan tidak bahagia. Namun kebahagiaan hidup harus diperjuangkan. Walau tidak semua wanita mampu memperjuangkannya dan kembali menjadi korban.

 

  1. Metode

Metode yang digunakan adalah metode pustaka. Pertama kali yang dilakukan oleh penulis adalah menonton film melalui computer yang kemudian menganalisis setiap adegan dalam tokoh. Selain itu penulis juga mengambil beberapa referensi dan mengumpulkan informasi melalui internet.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II. ANALISIS

 

6.1  Gender dalam media

Gender adalah perbedaan antara pria dan wanita yang lebih diciptakan oleh konstruksi lingkungan atau sosial yang ada. Pembahasan gender lebih menekankan pada karakteristik seperti perilaku, sikap, dan peran yang menempel atau ada pada pria dan wanita yang berasal dari konstruksi sosial. Karena itu, karakteristik tersebut (perilaku, sikap, dan peran) dapat dipertukarkan.(http://writteninsight.wordpress.com/2012/02/22/perbedaan-sex-dan-gender/)

 

Media adalah suatu alat komunikasi tidak langsung dimana antara sender dan receiver tidak saling bertatap muka dan receiver tidak dapat langsung menanggapi pesan yang disampaikan. Media merupakan sumber informasi sekaligus media kritik. Melalui media kita dapat mengetahui fenomena-fenomena yang terjadi, bahkan media juga dapat memunculkan fenomena baru. Ketika kita jenuh media bisa menjadi salah satu hiburan yang dapat menghilangkan kejenuhan dan lelah dari aktifitas, contoh nya kita dapat menonton acara televisi, menonton film, mendengarkan musik, dan lain-lain. Namun terkadang kita tidak sadar apa yang terkandung dalam acara-acara tersebut. Jika kita kritis, dalam media terdapat banyak sekali hal-hal yang  dapat kita kritisi. Bukan hanya media yag menayangkan berita-berita yang memang selayaknya kita kritik seperti berita, isu-isu dan fenomena lain yang terjadi dikehidupan sehari-hari baik di bidang ekonomi, politik, dan sosial namun juga hal yang jarang tersentuh kritikan yang mungkin harus kita tengok dan perjuangkan yaitu isu gender.

 

Kita menikmati segala acara yang disodongkan oleh media seperti iklan dengan buayan promosinya menghipnotis penonton, film dengan cerita-cerita menariknya, lagu dengan alunan merdunya, hingga semua itu membuat kita tidak sadar ada maksud dari yang disampaikan, ada beberpa peletakan posisi yang tidak adil pada gender. Banyak media yang masih mendiskriminasikan wanita. Sebagai  contoh iklan otomotif yang menggunakan icon wanita sebagai penghias produk, film yang lebih sering meletakkan wanita sebagai peran sampingan, dan lain-lain.

 

Terkait dengan isu gender, menuduh media selalu mendiskriminasikan wanita  juga tidak benar, karena tidak semua wanita dalam media selalu direndahkan. Tidak semua yang kita anggap buruk akan selamanya buruk, begitu juga dengan media. Di lain sisi, seperti yang kita ketahui bahwa media massa juga sebagai media kritik, orang-orang yang sadar akan isu gender pada media tidak tinggal diam. Melalui media juga mereka bertindak melakukan pembelaan dan kritikan. Salah satunya adalah film karya “Anak Negeri Film” yang mendobrak akan adanya kebenaran dan kesamaan hak, menunjukan wanita yang sesungguhnya melalui 7 tokoh wanita yang hebat dalam film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita”.

 

Gender dalam media tidak selamanya negative. Munculnya masalah di ikuti oleh munculnya solusi, begitupun masalah gender dalam media.  Permasalahan gender dalam media perlu kita ketahui untuk memahami lebih lanjut mengenai fenomena-fenomena sosial yang semakin dinamis terkait dengan gender.

 

6.2            Feminisme pada film “7 hati 7 cinta 7 wanita” melalui sudut pandang   tokoh

                                                                                            

Menurut wilkipedia,  Feminisme (tokohnya disebut Feminis) adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria. Feminisme berasal dari bahasa Latin, femina atau perempuan. Istilah ini mulai digunakan pada tahun 1890-an, mengacu pada teori kesetaraan laki-laki dan perempuan serta pergerakan untuk memperoleh hak-hak perempuan. Sekarang ini kepustakaan internasional mendefinisikannya sebagai pembedaan terhadap hak hak perempuan yang didasarkan pada kesetaraan perempuan dan laki laki.

 

Saat ini banyak gerakan yang dilakukan dalam pembelaan persamaan hak antara pria dan wanita atau biasa disebut dengan Feminisme. Begitu pula yang dilakukan oleh dr. Kartini dalam film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita yang kemudian disebut 777. Film yang pernah menjadi 6 nominasi sekaligus pada Festival Film Indonesia 2010, di produksi oleh “Anak Negeri Film” ini juga mendapatkan penghargaan di Indonesia Movie Award 2011, meraih dua piala  untuk kategori Pendatang Baru Pria Terbaik (Rangga Djoned )dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (Happy Salma). Begitu banyak prestasi yang didapat. Skenario yang tertata rapih dan berjalan lancar dapat memikat penontonnya. Ya! Kita akan merasakan banyak hal ketika menonton film ini, kesediahan, kebahagian, rasa penasaran dan pengetahuan tentang bagaimana wanita sebenarnya. Banyak hal yang dapat kita petik, banyak ilmu tentang kehidupan khususnya tentang wanita.

 

Feminisme dalam film 777 tergambar dengan jelas pada setiap tokoh. Melalui karakter setiap tokoh yang tergambar memiliki Perbedaan dan ciri khas sendiri-sendiri dalam menyampaikan feminisme. Seperti judulnya, film ini mengangkat cerita tentang 7 wanita hebat yaitu seorang dokter spesialis kandungan dengan ke-6 pasiennya. Tokoh tersebut adalah:

  1. Dr. Kartini Sp.Og

Seorang dokter spesialis kandungan yang selalu sabar mendengarkan keluhan-keluhan pasiennya. Di usianya yang sudah sangat pantas memiliki pendamping yaitu 45 tahun, ia tetap tidak memperdulikan itu karena pengalaman buruknya dimasa muda. Disini ia digambarkan sosok wanita pelopor pembela hak kaum hawa layaknya RA Kartini masa kini. Hari-harinya sebagian besar ia habiskan di ruang kerja disalah satu rumah sakit diJakarta. Disitu ia bertemu kehidupannya. Hidup yang lebih banyak menyelami masalah pribadi orang lain hingga dirinya sendiri tidak terurus. Ia sering menangani kasus-kasus yang diderita kaum wanita karena perlakuan kaum laki-laki. Ia menangani pasien, bahkan lebih dari pelayanan dokter dengan pasien karena ia selalu memberikan pelayanan sangat ramah layaknya teman yang selalu memberikan bahunya untuk sahabat-sahabatnya. Selain memiliki sifat yang peduli, dr. Kartini adalah sosok yang sangat pemaaf dan penyabar, entah apalagi yang bisa saya katakan tentang penggambaran karakter yang ingin disampaikan sutradara pada dialog ini:

Rohana     : saya seolah menggantikan posisi dokter di rumah sakit ini,

Dr. Kartini: itu hanya perasaanmu dr. Rohana saja, atau dokter rohana hanya salah tangkap.

Rohana     : iya, mungkin perasaan saya saja yang salah tangkap. Maka dari itu saya kemari saya mau minta maaf.

Dr. Kartini: Enggak ada yang perlu dimaafkan… Ga ada.

Rohana     : ini… ini yang membuat saya selalu berusaha menyayangi dokter. Sikap dokter yang ini yang merasa saya selalu terintimidasi..

Ada satu pria yang selalu mendekatinya, bahkan menyatakan rasa cintanya pada dr. Kartini tetapi ia tetap tidak dapat membuka hati karena msih tenggelam pada kisah masa lalu yang ia tutup rapat-rapat. “Rohana: Saya memang tidak tahu latar belakang percintaan dokter dimasa lalu, dan ini memang bukan urusan saya” (penggalan dialog Dr. Rohana dan Dr. kartini). Di akhir cerita, Dr. kartini akhirnya bertemu dengan seorang pria di masa lalunya, dan ternyata sutradara telah merancang dengan mulus bahwa pria tersebut adalah ayah dari Dr. Rohana, kekasih Dr. Kartini dimasa lalu.

 

Dalam film ini, dr. Kartini adalah tokoh utama sebagai feminis. Sutradara yang berani dengan terang-terangan meletakkan posisi wanita diluar biasanya adalah bentuk penyampaian feminisme tersendiri. Mulai dari perjuangan Dr. kartini terhadap pasien-pasiennya yang sebagian besar adalah korban dari pria yang bersifat buruk, hingga pesan-pesannya yang ia sampaikan pada pasien-pasiennya, wanita memang tidak bisa lepas dan butuh perlindungan dari pria. Meskipun ia sendiri awalnya tidak percaya akan itu, karena pengalaman buruk dimasa lalunya yaitu orang yang ia sayang menikah dengan wanita lain karena perjodohan. Ia berharap adanya perjuangan cinta dari pria tersebut untuk mempertahankan cinta mereka, tetapi pria tersebut tetap menikah dengan wanita lain. Ternyata, setelah adanya penjelasan dari pria tersebut ketika mereka bertemu di usia yang tidak muda lagi, Dr. Kartini mengetahui cerita sebenarnya bahwa pria tersebut berjuang mencari Dr. Kartini namun tidak bertemu. Disinilah nilai yang ingin disampaikan. Perempuan bisa hidup tanpa laki-laki, namun perempuan juga butuh perlindungan dari laki-laki.

 

  1. Lily

Lily adalah karakter pembuka yang pertama kali dimunculkan, yang pertama laki adegan keluhannya didengar oleh dr. Kartini. Dalam film ini Lily berperan sebagai seorang istri yang sedang hamil tua. Di usia kandungannya yang beberapa bulan mendekati kelahiran masih tetap kuat menghadapi kelainan seksual pada suaminya yaitu penyiksaan ketika melakukan hubungan suami istri, dipukul, dan di tampar sudah menjadi hal yang biasa ia dapat kan. Lily masih mempertahankan  hubungannya karena alasan ia masih cinta. Seperti dialog antara ia dan dr. Kartini berikut:

Dr. Kartini: ini harus segera di laporkan polisi, Lily

Lily           : tidak dok, aku masih sayang dia.

Lily mempunya satu adik laki-laki, dia adalah Acin. Acin mengetahui apa yang terjadi pada kakaknya bahkan ia pernah berkata agar segera melaporkan suaminya ke polisi. Nemun Lily tidak menggubris. Entah sebuah kapatuhan terhadap suami ataukah ada alasan lain mengapa ia tetap mempertahankan suaminya hingga akibat fatal datang menimpanya, terjadi pendarahan hingga merenggut nyawanya.

 

Wanita terkadang terlihat lemah dan pasrah ketika mendapat perlakuan yang tidak mengenakan dari kaum pria. Ternyata dibalik semua itu wanita hanya berusaha untuk menjadi wanita yang sempurna. Sama seperti yang dilakukan oleh Lily. Dengan keadaannya, ia tetap berusaha menjadi istri yang patuh pada suami. Selain itu, dibalik kelemahan wanita ada rencana masa depan yang tersimpan. Alasan lain ia tidak melaporkan suaminnya ke polisi karena ia berfikir kedepan jika ia mengandung tanpa suami dimana posisi suami sebagai tulang punggung keluarga. Jika suaminya dipenjara, lalu bagaimana kelak ia mengurus anaknya. Maskipun ia mungkin bisa saja menghidupi anaknya dan dirinya sendiri, tetapi tetap saja kehadiran suami dalam keluarga adalah hal yang sangat diinginkan, dan kebahagian keluarga tidak lengkap tanpa adanya seorang suami.

 

  1. Yanti

Yanti adalah perempuan yang sangat ceria. Tapi sayang ia memiliki pekerjaan buruk, PSK. Salah satu pasien dari dr. Kartini ini bernasip malang memiliki penyakit kanker rahim. Namun ia belum difonis tentang penyakitnya. Ia masih memiliki harapan, seperti dalam narasi “ yanti masih memiliki harapan. Pelacur bukan berarti melacur”. Hal tersebut yang menjadi tujuan utama mengapa ia harus terus bekerja di pekerjaan haram itu, ia harus mengumpulkan uang untuk biaya pengobatannya. Hal apapun ia lakukan, bahkan dalam satu malam ia bisa melayani 3 pria, bahkan perempuan. “Saya dapat tiga cowok biasanya dalam satu malem, tapi cewek juga si dok, masih global warming jadi masih banyak yang harus saya angetin” begitulah jawaban yanti ketika ditanya tentang pekerjaannya. Dia adalah sosok perempuan yang pandai, terbukti ia pernah bekerja di perkantoran dan bahasa inggrisnya yang lumayan. Tapi entah mengapa kaum laki-laki lebih suka ia dari sisi keseksiannya. Ia selalu bersama laki-laki yang mengantarnya, ia biasa disebut Anjelo “antar jemput lonte”. Ternyata laki-laki itu menyimpan cinta pada Yanti. Awalnya yanti menolaknya, namun kesabaran dan kepedulian nya pada yanti membuatnya luluh yang diakhir cerita ia menjadi suaminya. Yanti sadar dan berhenti menjadi PSK dengan mencari pekerjaan yang lebih layak.

 

Dari karakter Yanti menunjukan bahwa seorang PSK juga wanita. Wanita yang ingin dimengerti dan dikasihi. Bukan berarti PSK adalah pekerjaan wanita yang hanya mengandalkan keseksian, tetapi seorang PSK juga memiliki kepintaran hanya mungkin takdirlah yang mengharuskan mereka memilih pekerjaan haram itu. Hal ini dibuktikan Yanti memiliki kemampuan dibidang bahasa Inggris. Memang hanya sepenggalan percakapan singkat saja yang disampaikan sutradara, itu sudah menjadi bukti tentang realita.

 

  1. Rara

Gadis belia ini belum mengerti kehidupan yang sebenarnya. Kepolosannya berakibat ia harus menjadi seorang ibu di usianya yang masih seusia jagung. Ia adalah siswi SMP kelas 2 yang dihamili oleh pacarnya siswa SMA. Hobinya mengemut permen, dan sedikit tomboy. Ia gadis yang ceria, tinggal bersama kakaknya yang sudah berumahtangga. Kehamilannya membuat kakaknya marah besar. Terlebih pacarnya yang juga masih sekolah tentu belum bisa menghidupinya. Memang Acin sangat sayang pada Rara, namun dia belum berani bertanggungjawab atas perbuatannya. Seperti dialog yang terjadi ketika Rara hendak periksa di Rumah Sakit:

Rara: kalo aku hamil gimana?

Acin: Aku gatau, ee digugurin ..

 

Kejadian yang dialami Rara mengkritik bahwa pendidikan sek perlu diberikan sejak usia dini. Selain itu, perempuan hanya menjadi korban laki-laki yang tidak  bertanggungjawab. Ketika hal tersebut terjadi, kaum wanitalah yang benar-benar menanggung resiko.

  1. Lastri

Wanita ini memiliki masalah di berat badan yang berlebihan, susah untuk mendapatkan seorang anak. Hobinya memasak untuk suaminya berakibat ia susah menurunkan berat badan. Ia rajin datang menemui dr. Kartini ditemani oleh suaminya untuk berkonsultasi. Sikapnya yang seolah menjadi laki-laki paling romantis didunia ternyata kebohongan belaka. Karena Lastri tidak memberikan ia anak, ia selingkuh. Istri kedua atau selingkuhannya telah mengandung.  Perselingkuhan itu tidak memecahkan masalah terbukti ketika Suami lastri terbongkar saat mereka dipertemukan di Rumah Sakit.

 

Sisi unik lagi yang disampaikan oleh sutradara melalui film 777 ini. Wanita dengan kelemahannya menjadi korban kaum laki-laki. Wanita yang selalu ingin menjadi istri terbaiklah yang menjadi korban. Seperti yang dilakukan oleh Lastri. Ia mengetahui bahwa ia harus menurunkan berat badannya agar mendapatkan belahan jiwa, namun ia rela memasak enak-enak tiap hari karena suaminya yang suka sekali dengan masakannya. Hal tersebut berakibat ia susah untuk menurunkan berat bedannya.

 

  1. Ratna

Ratna yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit dan digambarkan sebagai istri yang setia dan sabar sedang menunggu kelahiran anak pertamanya setelah lima tahun menikah. Ia adalah Istri yang sholehah, tidak pernah melawan suaminya. Bekerja keras untuk persiapan kelahiran anaknya. Entah apa yang kurang dari wanita ini hingga suaminya tega memiliki istri gelap. Suami yang Nampak sholeh dan sayang pada Ratna ternyata sama dengan suami tokoh sebelumnya. Beralasan melembur kerja tanpa mendapatkan uang ternyata mengurusi istri simpanan yang sudah lebih dari 3 tahun ia jalani. Keputusan Ratna untuk pergi bersama adiknya, Rara dan meninggalkan rumah serta suaminya adalah keputusan terbaik yang ia pilih.

 

Salah satu diskriminasi lagi yang dilakukan kaum laki-laki. Wanita tabah, sholehah dan memiliki semangat tinggi masih saja mendapat perlakuan yang tidak adil. Disinilah film ini menunjukan bahwa wanita adalah sesorang yang hebat, wanita terbaik untuk anak-anaknya.

 

  1. Ningsih

Seorang wanita karir yang mandiri mengharapkan kehadiran seorang anak laki-laki yang kuat dan berpendirian, tidak seperti suaminya selama ini yang dianggapnya lemah dan tak bisa diandalkan. Dengan dingin, ia menyatakan akan menggugurkan janinnya jika diketahui perempuan. Ningsih adalah istri kedua dari suaminya Lastri. Dia adalah wanita yang tegas. Hubungan mereka kacau setelah suaminya diketahui memiliki istri lain. Seorang suami yang dianggapnya bodoh, ternyata berani melakukan hal bejat tersebut.

 

Sekuat-kuatnya wanita akan merasa tersakiti jika dikhianati suaminya. Itulah salah satu yang ingin disampaikan sang sutradara melalui karakter Ningsih. Sisi lain wanita yang disampaikan adalah sifat kuat dan tegas wanita pada pria. Disini sudah adanya kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki terlihat pada Ningsih yang berkesempatan menjadi wanita karir. Selain itu, terdapat penyimpangan gender seperti Ningsih yang ngomel pada suaminya karena kebutuhan rumah yang tidak terurusi seperti listrik yang belum, Ningsih memerintah suaminya untuk pergi kelondri suatu pekerjaan yang biasa dikerjakan kaum wanita.

 

Teori feminisme liberal ditunjukan pada karakter dokter kartini sebagai sosok wanita modern sukses yang mandiri dan tidak di bawah naungan perkawinan. Usahanya dalam membela kaumnya terhadap penindasan kaum laki-laki dan ingin menyamakan kedudukan, kesempatan dan hak antra pria dan wanita. Hal tersebut terlihat pada keteguhan hatinya dalam menyelesaikan masalah pasien-pasiennya. Sedangkan diskriminasi wanita yang terjadi pada 6 pasiennya merupakan bentuk teori feminisme sosialis yang juga di ungkapkan oleh teori marx. Seperti teori ini, diskriminasi yang mereka alami seperti dikhianati, menjadi korban, dan terpojokkan, KDRT, dihamili, kanker rahim, diselingkuhi, dan dimadu diam-diam merupakan struktur besar (politik, sosial, budaya) dari kehidupannya sehari-hari.

 

Semua karakter memiliki peran tersendiri dalam penyampaiannya mengenai feminisme. Kejadian yang dialami para tokoh memang sering terjadi di kehidupan nyata dan sering juga menjadi topik di film-film lain. Film ini mencoba memberikan kesan yang berbeda, setidaknya berupaya untuk seimbang, pria dan wanita sebagai sosok yang (seharusnya) sebanding dan bahu membahu. Kita juga melihat sosok Anton yang baik, dan sosok Ningsih yang egois dan hanya mau bayi lelaki. Atau Lili yang masih saja atas nama cinta, melindungi suaminya yang sado-machochis dan sakit jiwa. Tengok saja dialog ini: “Apa iya, laki-laki yang dipersalahkan. Tidak semua perempuan adalah korban”. Atau narasi Kartini yang mengingatkan untuk “…bisa menilai tanpa menghakimi satu gender”. Keunikan tokoh Kartini lah menjadi pembeda film 777 dangan film lainnya, menunjukan sosok wanita yang kuat, bijaksana, dan melihat sesuatu tidak hanya melalui satu sisi.

 

Cerita yang terangkai melalui alur campuran ini memiliki nilai lebih tersendiri dalam memikat penonton. Menghibur, pesan-pesan tersampaikan, dan melalui penyampaian tentang wanita yang sesungguhnya dalam mereprensentasikan feminisme dapat tersampaikan secara sukses dalam film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa:

  1. Gender dalam media tidak semuanya mengesampingkan atau memuat ketidaksetaraan dan diskriminasi pada wanita. Media massa adalah salah satu sumber informasi sekaligus tempat penyampaian kritik fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan di berbagai bidang termasuk mengungkap tentang Gender. Media tanpa kita sadari seringkali memuculkan masalah tentang gender, namun media itu sendiri yang dapat memecahkan masalah tersebut. Pada dasarnya media hanya penyampai atau perantara segala kejadian yang ada pada kehidupan.
  2. Feminisme dalam film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita melalui sudut pandang tokoh menggunakan teori feminisme liberal dan feminisme socialis dan maxr. Berdasarkan teori ini, gerakan persamaan kesempatan dan hak yang dilakukan oleh dr. Kartini menjadi tujuan utama dari sutradara dalam menyampaikan pesan-pesan tentang feminisme. Dengan memilih karakter seorang dokter spesialis kandungan yang tabah dan bijak dalam memberikan nasehat pada pasien-pasiennya tanpa adanya diskriminasi pria atau wanita, Kartini menjadi sosok pembela feminisme Liberal yang sesungguhnya. Begitupula dengan diskriminasi kaum wanita oleh kaum pria dalam bentuk yang berbeda-beda merupakan sikap yang ingin ditujukan oleh wanita bahwa mereka ingin dimengerti dan meraka bukan sebagai korban.

Film yang menakjubkan, menghibur, mengesankan dan menjadi cara tersendiri dalam menyampaikan kritik terhadap fenomena sekitar yang dapat kita petik pesan-pesannya untuk kehidupan yang lebih baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB. IV DAFTAR PUSTAKA

Fakih, Mansour. 1996. Analisis Gender & Transformasi Sosial. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Jufri, Moch et al (ed). Indonesian Film Panorama. Jakarta: Permanent Committee of the Indonesian Film Festival, 1992.

http://new.rumahfilm.org/resensi/mereka-yang-menolak-untuk-menjadi-korban-perihal-dr-kartini-spok-dan-percakapan-di-ruang-melati/

http://raditherapy.com/2011/05/7-hati-7-cinta-7-wanita/

 

http://writteninsight.wordpress.com/2012/02/22/perbedaan-sex-dan-gender/

 

 

 

 

 

 

 

 

Kita sebagai Wiraswasta

Saya adalah seorang mahasiswa. Perjalanan ku memempuh pendidikan hingga ke jenjang Mahasiswa mungkin jarang sekali dialami oleh manusia yang lain. Tentu karena manusia punya pilihan hidup sendiri-sendiri. “Apa yang kamu pilih itu yang harus kamu kerjakan dan pertanggungjawabkan” begitulah motto ku akhir-akhir ini. Ya, motto yang lahir dari perjalan kedewasaan hidup berdasarkan pengalaman hidup.

Mungkin dijamanku dulu pendidika Taman Kanak-kanak belum dianggap penting seperti sakarang, itulah kenapa orangtuaku memutuskan unyuk tidak memberikan pendidikan tersebut untuk ku. Sekolah Dasar adalah pendidikan formal pertama yang aku dapatkan. Usia 6 tahun aku sudah berpisah dari orangtuaku, bukan karena terjadi hal buruk dalam keluarga melainkan pilihan terbaik keluarga untuk menyekolahkan ku di Sekolah Dasar desa nenekku. aku tinggal bersama nenek, kakek, dan keluarga pamanku. namun itu tidak berlangsung lama, karena ibu dari ayahku menginginkan aku tinggal bersamanya karena dia merasa kesepian hanya berdua dengan kakek. Tepat aku duduk dibangku kelas 4 aku pindah sekolah di SD desa nenek ku tinggal. Sejak itulah sikap mandiri tertanam, aku mulai belajar untuk mencuci baju sendiri, menyetrika, dan mengurusi kebutuhan sekolah sendiri. Mungkin untuk ukuran anak sekarang, umur segitu tidak mungkin melakukan hal tersebut. Ya! begitulah perubahan jaman semakin memanjakan umat.

Memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), aku tinggal di salah satu pondok pesantren dikota. Sekolahku tak jauh dari pondok, tetapi cukup lelah jika ditempuh dengan berjalan kaki, sekitar 45menit. Aku berasal dari kalangan menengah kebawah, uang sakuku tak cukup untuk naik kendaraan umum. Kesekolah dan bimbingan belajar aku tempuh dengan berjalankaki. Cukup lelah memang, namun perjuanganku belum usai. Setelah pulang Sekolah ataupun bimbel, aku harus mengurus kebutuhan harian (mencuci, piket memasak) dan melakukan tanggungjawabku sebagai santri yaitu mengaji. Dua tahun kegiatan sehari-hariku seperti itu, sangat bermanfaat sekali karena aku benar-benar menjadi pribadi yang mandiri.

kehidupan ku berubah ketika di SMA, aku tak lagi tinggal di Pondok Pesantren. Untuk mendapatkan pendidikan yang baik memang butuh pengorbanan dan kerjakeras. Aku termasuk orang yang beruntung, menurutku. Karena bisa sekolah disalah satu SMA favorit di Kota itu meskipun aku harus rela jauh dari orangtua lagi. Tinggal dikos dekat sekolah adalah pilihan yang terbaik agar tidak mengeluarkan ongkos untuk kendaraan. Selain itu, kegiatan sekolah juga bisa aku jalani lebih mudah. Mungkin bisa dibilang aku cukup aktif dengan mengikuti beberapa ekstrakulikuler. Namun padetnya kegiatan tidak menjadikan alasan untuk tidak bisa memeasak dikos, memang banyak yang menjual makanan siap saji, tetapi saya dan teman-teman kos lebih suka memasak sendiri. Selain lebih murah, juga melatih kita untuk lebih mandiri.

Tak terasa tiga tahun berlalu begitu cepat, semua lulus dengan nilai yang tidak mengecewakan. Namun semua tidak semulus rencana seperti rencana yang sudah terancang dengan rapih. Kekecewaan muncul ketika Allah tidak menghendaki aku kuliah di Universitas impian. Iya! sedih sekali, tetapi rencana Allah lebih indah dari rencana kita. Bersyukur bisa kuliah di Universitas yang beralmamater Orange ini. Disini, di Jogjakarta aku tinggal bersama Tante dan Om, aku berasal dari sebrang pulau Jawa, Lampung. Kehidupan baruku sangat berwarna. Kedewasaan lambat laun tumbuh. Tantangan kehidupanpun semakin menantang. Hidup bersama saudara memang bukan pengalaman pertamaku di Perguruan Tinggi, tetapi penyesuain masih perlu dilakukan. Aku terbiasa dengan memasak dipagi hari sebelum ke kampus, dan pulang malam setelah aktifitas kampus maupun membantu di londri milik tante, hitung-hitung melatih terjun kedunia kerja. Saat ini ada dua organisasi yang aku ikuti, yaitu BEM Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi sebagai wakil Gubernur dan di Komunitas gendhing Bahana sebagai anggota dimana periode lalu aku menjabat sebagai ketua. Universitas Ahmad Dahlan memberiku banyak palajaran baik tentang pendidikan ataupun bidang lainnya, disini aku menemukan sosok diri yang sebenarnya. Sukron UAD 🙂

PKM-K

“ Pemanfaatan limbah KUMAN (Kulit Mangga ): Camilan Sehat Kaya Manfaat”

RINGKASAN

Banyak sekali manfaat buah bagi tubuh manusia, salah satu buah yang cukup terkenal dikalangan kita yaitu buah mangga. Seperti yang diketahui banyak sekali kandungan dan manfat dari buah tropis yang banyak tumbuh di Indonesia yaitu buah mangga. Selain daging buah mangga yang manis dan enak serta kandungan nutrisi yang ada didalamnya, ternyata kulit mangga juga tidak kalah berkhasiat. Banyak orang yang tidak mengkonsumsi kulit mangga hanya memakan daging buahnya saja, lalu membuang kulit buah tersebut. Berdasarkan hal tersebut, memunculkan ide untuk memanfaatkan limbah kulit mangga sebagai camilan yang sehat dan kaya manfaat. Tidak hanya menciptakan kreasi baru dibidang makanan tetapi juga dapat memberikan pemasukan/pendapatan dari hasil kreasi tersebut. Dengan cara menggoreng dan member variasi rasa pada kulit mangga, dapat menciptakan camilan yang berbeda dari yang lain. Sehingga menarik para konsumen untuk mengkonsumsi camilan ini. Berbagai cara dalam pendistribusian diantaranya melalui online shop dan membuka lapak di spot-spot yang strategis seperti pasar pagi, dan dikantin kampus. Target kegiatan ini adalah mampu bersaing dengan produk-produk lain dan mendapatkan respon yang baik dari konsumen sertamen dapat laba yang sebesar-besarnya.

 BAB I. PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG KEGIATAN

Pemanfaatan limbah kulit mangga merupakan faktor utama yang mendasari dalam pembuatan camilan yang berupa kripik kulit mangga ini. Dewasa ini masih banyak konsumen yang belum mengetahui kandungan kulit mangga yang bermanfaat untuk kesehatan. Dari beberapa sumber yang pengusul dapat, kulit mangga mempunyai khasiat dapat menghilangkan jerawat, membantu program diet, mengandung vitamin A, sebagai antioksidan alami bagi tubuh, dan mengurangi pendarahan yang berlebihan saat haid. Dari kelebihan tersebut maka camilan kulit mangga memiliki peluang usaha yang bagus karena belum banyak diproduksi camilan yang berbahan dari kulit buah terutama buah mangga sehingga keberhasilan cukup menjanjikan.

1.2 PERMASALAHAN

Masalah yang menjadi prioritas dalam kegiatan ini adalah bagaimana meyakinkan masyarakat tentang produk kripik kulit mangga karena produk ini termasuk produk yang barumuncul di masyarakat dan hal yang tidak biasa membuat kripik dari kulit buah.

1.3 TUJUAN

Tujuan kegiatan ini adalah dapat menghasilkan karya kreatif, inovatif dalam bentuk camilan kripik kulit mangga yang dapat membuka peluang usaha setelah pengusul menyelesaikan studi dan mendapatkan profit.

1.4 URGENSI (KEUTAMAAN)

Keutamaan kegiatan kewirausahaan ini adalah untuk menghasilkan barang atau jasa yang dapat memberikan pemasukan untuk pengusul pada khususnya. Belum adanya produk di lingkungan masyarakat dapat menjadi peluang tersendiri bagi pengusul.

1.5 LUARAN YANG DIHARAPKAN

Luaran yang dihasilkan adalah produk camilan kripik kulit mangga yang sehat dan kaya manfaat.

1.6 MANFAATKEGIATAN

Adapun manfaat kegiatan yang dimaksud adalah :

  1. Meningkatkan inovatif mahasiswa dalam menemukan hasil karya yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha
  2. Untuk meningkatkan kreatifitas dan penalaran pada pengembangan ilmu teknologi pangan
  3. Mendapatkan keuntungan atau laba
  4. Menciptakan cemilan bagi masyarakat dan dapat dijadikan sebuah referensi masyarakat untuk membuka peluang usaha

 

 BAB II. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

 

2.1 Kondisi Umum

Kurangnya pemahaman mengenai pemanfaatan kulit mangga di lingkungan masyarakat Yogyakarta, membuka peluang bagi kami untuk mengolah kulit mangga menjadi camilan yang sehat dan kaya manfaat. Selain itu bahan baku utama juga mudah didapatkan karena kulit mangga dapat ditemukan di penjual-penjual jus yang banyak ditemukan di kota Yogyakarta. Salah satu pengolahan kulit mangga adalah kripik kulit mangga.

2.2   Kapasitas Produk

Untuk produksi awal, Kripik kulit mangga pengusul produksi masih dalam skala kecil terlebih dahulu, sambil melihat perkembangan dan respon dari masyarakat. Maka dari itu pada awal bulan akan kami jual Rp 5.000,00 per bungkus.

2.3   Keunggulan kripik kulit mangga

a. Memiliki cita rasa yang khas.

b.Mempunyai nilai mutu yang tinggi, karena kulit mangga mengandung nilai gizi dan manfaat yang cukup tinggi.

c. mengurangi pendarahan saat haid, dan melangsingkan tubuh.

2.4  Perolehan Bahan Baku

Bahan baku yang utama dalam kegiatan ini adalah kulit mangga. Bahan baku tersebut kami peroleh dari pemanfaatan limbah kulit mangga pedagang jus atau penjual buah. Seperti yang kita ketahui, pasokan buah mangga selalu ada di musim apapun dan tidak pernah habis. jadi adanya ketersediaan bahan baku yang memadai dapat menjamin keberlangsungan usaha pembuatan usaha kripik kulit mangga.

2.5   Perencanaan Tempat Produksi

            Lokasi atau tempat dari pelaksanaan proposal rencana PKM-K ini adalah jalan Lowanu no. 71, Yogyakarta di rumah salah satu anggota kami. Tempat ini dipilih karena lokasi yang strategis untuk memperoleh bahan baku yang letaknya dekat dengan pasar tradisional yaitu pasar Giwangan.

2.6   Peluang Pasar

Kuman (kulit mangga) merupakan camilan yang mempunyai peluang usaha yang cukup baik karena masih tergolong langka. Bahan baku yang tidak mahal dan mudah didapat dengan memanfaatkan sisa-sisa atau limbah kulit mangga dari pedagang jus, sangat memudahkan kita untuk memproduksi dan berkembang. Apabila hal ini digeluti secara serius dapat menimbulkan inovasi-inovasi baru yang sebelumnya belum dikembangkan.

2.7 Media Promosi Yang Akan Digunakan

Dalam hal ini, media promosi yang akan digunakan untuk menarik minat para konsumen adalah dengan menggunakan brosur dan pamflet dengan tampilan yang menarik.

2.8  Strategi Pemasaran

Strategi dalam pemasaran kripik kuman (kulit mangga) dilakukan dengan metode pemasaran yang baik dan tepat sasaran. Ada 4 (empat) metode Pembauran pemasaran (marketing mix) untuk lebih mensukseskan penjualan, diantaranya adalah Promotion, product, price dan place.

 

2.9 Analisis Usaha

Investasi Awal yang Diperlukan

No

Nama Barang

Banyaknya

Harga Satuan

Jumlah Harga

1

Mesin Sealer Plastik Model Hand Film Sealer

1 pcs

1.700.000

1.700.000

2

Kompor gas

2 pcs

350.000

700.000

3

Tabung gas 12 kg

1 pcs

80.000

80.000

4

Wajan

1 pcs

150.000

150.000

5

baskom

5 pcs

15.000

75.000

6

pisau

5 pcs

20.000

100.000

7

Nampan besar

6 pcs

15.000

90.000

8

Plastik pembungkus

5 pcs

15.000

75.000

9

Keranjang buah

10 pcs

20.000

200.000

10

Sampul produk

500 pcs

1.000

500.000

Jumlah

3.670.000

 

Biaya Operasional perbulan

No

Nama Barang

Banyaknya

Harga Satuan

Jumlah Harga

1

Buah mangga

100 kg

30.000

3.000.000

2

Coklat bubuk

5 kg

13.000

65.000

3

Perisa strawberry

5 kg

30.000

150.000

4

Keju cheddar

20 kotak

25.000

500.000

5

Perisa balado

1 kg

200.000

200.000

6

Perisa barbeque

1 kg

200.000

200.000

7

Perisa jagung

1 kg

200.000

200.000

8

Perisa pizza

1 kg

200.000

200.000

9

Perisa ayam panggang

1 kg

200.000

200.000

14

Bawang putih

5 kg

15.000

75.000

15

Bawang merah

5 kg

15.000

75.000

16

Garam

1 kg

20.000

20.000

17

Minyak goreng

10 jerigen

130.000

1.300.000

Jumlah

6.185.000

 

Jumlahproduksi 4 bulan      : 4000bungkus

Hargaperbungkus                 : Rp. 5.000

Hasilpenjualan 4 bulan         : Rp. 5.000 x 4000 bungkus

                                                : Rp. 20.000.000

Keuntunganselama 4 bulan : Rp. 20.000.000 – Rp.6.185.000

                                                : Rp. 13.815.000

Keuntunganperbulanyaitu: Rp. 13.815.000 : 4

                                                : Rp. 3.453.000

 


 

BAB III. METODE PELAKSANAAN

 

Pemanfaatan kulit mangga menjadi inisiatif untuk menghasilkan produk yang terbuat dari bahan olahan yang tidak bermanfaat menjadi bahan yang bermanfaat. Dengan bahan sederhana yang dijadikan produk yang menyehatkan. Salah satunya dengan diolah menjadi kripik. Berikut cara pembuatan kripik kulit mangga :

Cara Pembuatan pada porsi 10 bungkus

Bahan—bahan untuk membuat kripik kuman meliputi:

3kg kulit mangga

500grm coklat bubuk

500grm keju

500gram bumbu balado

500gram gula halus

5siung bawang putih

5sdt garam

1 ½ liter minyak goreng

2liter Air

Cara pembuatan:

  1. Cuci bersih kulit mangga, lalu potong persegi panjang Haluskan bawang putih dan garam dan masukkan kedalam air pada baskom/mangkuk besar
  2. Rendam 15 menit kulit mangga pada air bumbu
  3. Panaskan minyak goreng
  4. Goreng kulit mangga hingga kering
  5. Siapkan bahan perasa ( coklat, keju, gula halus, dan bumbu balado) pada piring lebar yang terpisah
  6. Setelah kulit mangga dingin, masukkan pada bahan perasa
  7. Aduk-aduk kulit mangga hingga bahan perasa menempel agak tebal
  8. Bungkus dalam kemasan kulit mangga yang sudah di campur perasa
  9. Kripik kulit mangga siap didistribusikan

Metode yang digunakan dalam Program Kewirausahaan ini terbagi menjadi tiga tahap, yaitu (1) Persiapan, (2) Pelaksanaan Program (3) Evaluasi.

3.1.    Persiapan

a.    Persiapan Bahan dan Alat

Pada tahap ini dilakukan terlebih dahulu menyiapkan dan tersedianya bahan dan alat. Bahan utama yang digunakan  adalah kulit mangga, alatnya pun dipersiapkan juga

b.    Persiapan Tempat

Sebelum memasarkan produk ini, akan dilakukan survei tempat yang akan dijadikan tempat penitipan produk ini, seperti warung makanan, warung internet, tempat fotocopy, dan sebagainya.

3.2.      Pelaksanaan Program

   Produk kripik kulit mangga yang sudah siap distribusi akan dikirimkan pada tempat-tempat yang sudah ditentukan secara merata. Kripik kulit mangga ini akan tinggal untuk masa penjualan selama dua minggu pertama, dan seterusnya dengan mengunakan metode pemasaran yaitu promosi, pamplet,danbrosur.

3.3     Evaluasi

   Apabila program ini sudah berjalan satu bulan, akan dihitung laba rugi di bulan pertama produksi. Kegiatan ini akan berlangsung sampai empat bulan yang merupakan waktu pencapaian program. Akan diketahui apakah produk ini banyak peminatnya atau sedikit peminatnya.

 

 

BAB IV. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 ANGGARAN BIAYA

 

No

Jenis Pegeluaran

Biaya (Rp)

1

Peralatan penunjang 20-30%

3.670.000

2

Bahan habis pakai 40-50%

6.185.000

3

Transportasi 10%

1.200.000

4

Lain-lain 10%

1.135.000

Jumlah

12.190.000

 

 

4.2 JADWAL KEGIATAN

 

No

Rencana Kegiatan

Bulan ke

1

2

3

4

1

Pengumpulan Bahan

###

     

3

Proses Pembuatan

 

###

###

 

4

Pengukuran kandungan pelawaknas

 

###

   

5

Pengemasan dan Pemasaran

 

###

###

###

7

Pembuatan laporan

     

###

8

Seminar hasil

     

###

KUMAN (Kulit Mangga) Dapat Mengurangi Pendarahan Saat Haid

Salah satu buah yang cukup terkenal dikalangan kita yaitu buah mangga. Seperti yang diketahui banyak sekali kandungan dan manfat dari buah tropis yang banyak tumbuh di daerah Indonesia. Selain daging buahnya yang manis serta kandungan vitamin C yang baik untuk kulit, ternyata kulit buah mangga yang berwarna hijau ini juga mengandung banyak khasiat bagi manusia. KUMAN alias Kulit mangga mempunyai berbagai manfaat kesehatan bagi manusia. Terutama bagi kaum wanita, yang sering mengalami pendarahan yang berlebihan selama haid. Sehingga kelompok kami melihat peluang yang ada untuk membuat sesuatu variasi obat herbal dalam bentuk yang lebih menarik yaitu, dengan cara menggoreng kulit mangga hijau tersebut dengan berbagai rasa, yang dapat dikonsumsi bagi semua orang.